Sabtu, 14 Januari 2012

KU MENCINTAIMU SEBELUM MENGENALMU

Berawal dari sebuah perjalanan ku menuju tempat kos, aku dan Mitha melangkahkan kaki perlahan namun pasti.
Meski terik namun terasa silir angin berhembus, kami asik berbincang tentang kisah remaja di sekolah kami.

Lalu, seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu melintas tepat di sampingku. Spontan aku terperangah, namun ia tak sedikitpun menghiraukan aku. Bahkan sampai ia berlalu.
Ia terlihat sedikit tampan, namun sangat keren. Wajar jika aku sampai terpesona padanya.

“Hei, kenapa kamu Sil ?” Mitha menepuk pundakku. Tentu saja itu membuatku terkejut.
“Haaa ? oh. Gak papa kok “ Jawabku dengan wajah yang mungkin abstrak
“Kamu liat gak yang tadi lewat?” Tanya Mitha padaku
“Iya lihat, emang kenapa ta’ ?
“Dia itu pacarnya Sheila, menurutmu dia cakep gak ?”
“Sheila keponakanmu ?”
“Ya iyalah Jesil usil emang berapa Sheila yang aku kenal?”
“Oh,… iya dia lumayan cakep kok, tapi hatinya pasti lebih cakep”
“Loh,… kok kamu bilang gitu ? memangnya kamu kenal dia Sil ?”
“Egak sih, tapi coba deh kamu fikir,… Di zaman semodern dan semunafik ini masih ada cowo seperti dia yang mau nerima cewe apa adanya, seperti Sheila. Kamu ngerti kan maksudku ta ?”. ?Jelas ku pada Mitha.

“Iya, aku ngerti kok maksud kamu. Bener juga kata kamu Sil, padahal banyak cewe yang lebih cantik dari Sheila dan yang pasti sempurna, Tapi dia mau pacaran sama cewe yang terlihat begitu jelas kekurangannya. Apa dia gak takut di ketawain ya ? sama teman-temannya. Pacaran sama cewe yang pincang.”

Aku diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan Mitha. Fikiranku sudah terlalu jauh untuk kembali mendengar apa yangg ia katakan. Lagi-lagi penyakit melamun ku kambuh. Aahh,.. Tapi aku fikir ini bukan lamunan tapi sebuah khayalan. Khayalan memiliki pacar nya Sheila. Aku kagum dengannya dan mungkin aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sampai di kosan, kami langsung berganti pakaian untuk kembali ke Sekolah. Karna siang itu jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

Wajahku tiba-tiba memerah, cowo yang tadi ku lihat di jalan tepat ada di hadapanku ketika aku memasuki aula sekolah. Aku terkejut bahkan salah tingkah. Dia bernyanyi sambil memainkan gitar. Suaranya terdengar indah begitupun dengan permainan gitarnya. “Oh, sungguh beruntungnya Sheila mendapat pacar yg baik hati, keren dan memiliki bakat yang luar biasa. Kapan aku bias punya pacar seperti dia ?.“ Ucapku dalam hati. Mataku tak lepas memandangnya. Fikirku melayang ntah kemana. 

Hingga tiba ia memperkenalkan diri di hadapan kami. Ternyata dia adalah anggota baru di sanggar kami. Aku begitu senang dengan kehadirannya. Semangatku naik drastis 99,5% dari sebelumnya.

Waktu berjalan begitu cepat, hampir tiap hari aku menjumpainya di aula Sekolah. Tanpa ku sadari ia memiliki rasa yang sama sepertiku. Kami saling mengagumi. Dan pada akhirnya ia ucapkan kata cinta padaku. Tanpa fikir panjang aku menerimanya yang pada saat itupun yang aku tau, ia sudah putus dengan Sheila. Kami saling mendukung satu sama lain, dialah orang yang setiap harinya, membuatku semangat pergi ke sekolah. Dia juga seseorang yang selalu memberi perhatian lebih terhadapku. Mengingatkan ku ketika aku lupa, memberiku semangat ketika aku mulai lelah menjalani hari-hariku. Dan dialah juga yang selalu ada ketika aku butuh, dalam sedih maupun senang.

Tapi ternyata, setelah aku benar-benar mencintainya. Barulah aku mengenalnya. Pria yang semula ku kenal baik hati, dewasa dan berbakat. Kini bukanlah sosok pria yang ku kagumi. Perlahan aku mengenalnya dan semakin aku mengenalnya semakin terasa perih dalam hatiku.

Baru aku menyadari aku telah menyakiti hati Sheila. Karna laki-laki itu menyatakan cinta sebelum ia putus dengan Sheila. Bahkan lebih dari itu. Dia pun memacari Sheila setelah sebelumnya ia punya pacar yang sampai ia pacaran denganku pun belum juga ia putus. “Play Boy !!!” Teriak ku dalam hati, setelah ku putuskan untuk pergi dari kehidupannya. Dan mencoba melupakan dia.

Dia yang dulu memakai topeng berwajah manis untuk mendapat perhatian seribu wanita.
Yang sebenarnya ia tak lebih dari Seekor srigala berbulu domba. Bahkan tak lebih baik dari seorang pecundang sekalipun.

Aku menyesal telah mengaguminya.
Aku menyesal karna begitu cepat aku menarik kesimpulan tentang kepribdiannya, yang membuat aku mencintainya sebelum aku mengenal siapa dia sesungguhnya. 

Kamis, 20 Oktober 2011

HANYA SATU KELEMAHAN WANITA

Ketika Tuhan menciptakan wanita , Dia lembur pada hari ke-6. Malaikat datang dan bertanya "Mengapa Begitu lama Tuhan?" Tuhan menjawab "Sudah kah engkau liat semua detail yg Aku buat untuk menciptakan mereka, 2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan,punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini."

Malaikat itu Takjub. "Hanya dengan 2 tangan?.. tidak mungkin!!"
Tuhan menjawab "Oh..Tidak!! Aku akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU. Ya,dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari."

"Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut Tuhan?"
"Yah, Aku membuatnya begitu lembut,tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKU berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa"

"Dia bisa berpikir?" tanya malaikat. Tuhan menjawab "Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi."

Malaikat itu menyentuh dagunya. "Tuhan Engkau buat ciptaan ini kelihatanya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya."

"Itu bukan lelah atau rapuh,itu AIR MATA". "Untuk apa?" tanya malaikat

Tuhan melanjutkan, "AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan,kegalauan, Cinta, kesepian,penderitaan dan kebahagian.."

"ENGKAU memikirkan segala sesuatunya.Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"

"YA Mesti, Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki.
Dia dapat mengatasi beban yg bahkan laki-lakipun tak mampu melakukanya.

Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."

Hanya 1 Kekurangan dari Wanita,
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA..

SEMOGA BERMANFAAT..

Rabu, 12 Oktober 2011

Inilah Caraku Mencintaimu


dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..


Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..

Rindu Yang Ku Simpan Dikantung Celana


Aku tak pandai bicara, apa lagi dengan bahasa sepertimu.
Mulutku seolah selalu kelaparan dan berusaha menelan kembali setiap tutur yang ingin kumuntahkan.
Dan kelaparan itu bertambah tiga kali lipat saat aku berjumpa denganmu.
“Kau manis” katamu. Aku hanya tersenyum.
Padahal ingin sekali kuungkap betapa senangnya aku.
Setahuku laki-laki akan senang bila pujiannya dihargai.
“Kau sudah membaca puisi yang kusertakan di suratku, kan? Kau suka?

tanyamu.
Aku mengangguk dan lagi-lagi hanya tersenyum.
Andai kau tahu, sesekali aku ingin bisa menulis bait-bait indah sepertimu untuk mengungkapkan perasaan yang begitu tak kumengerti.
Sebulan tak berjumpa denganmu,

hanya cukup memberiku waktu menemukan satu kata saja. 
Rindu Kata yang kemudian kutulis hati-hati di selembar kertas.
Kusimpan di kantung celana yang paling alpa kubuka.
Berharap rindu itu terlupa dan mungkin suatu hari tercuci tanpa sengaja

Akhir Cerita Cinta Ini

Aku tertelan waktu dalam hening yang sunyi....
sunyi yang mengekat.. rongga nafasku...
Sejenak aku termenung dalam ragu....
Haruskah... kuhentikan detik sang waktu..
detik demi detik yang terangkai demi cintaku  padamu..
Kucoba bertahan dalam belenggu hening yang kian sunyi...
belenggu yang membuat tiap kata hilang dari syairku..
Belenggu yang merampas tiap puisiku...
Kucoba bertahan.. tanpa kata... tanpa rima dalam tiap suara hatiku
kucoba bertahan meski kematian kian erat mendekapku...
Kucoba bertahan meski nafas kian menjauh dariku...
Kucoba bertahan dipersimpangan...
Hingga harus kuakhiri cerita cinta ini...
Cerita cinta... yang selama ini membuat jantungku berdetakk...
Cerita cinta yang membuat rongga nafasku dipenuhi udara...
Cerita Cinta yang membuatku bertahan untuk hidup...
Ku akhiri semua....
 Bukan demi diriku.....
Bukan demi Hidupku....
Apalagi demi harapanku....
Ku akhiri semua.......
Demi cintaku.....
Aku tak ingin.... langkahmu tersandung
atau bahkan engkau terjerebab... karena aku...
Ku akhiri semua.....
meski hangat menjauh dari tubuhku...
Bahkan darah berhenti mengalir di ragaku....
Tapi aku harus bertahan....
Meski sunyi akan menjadi nyanyian di tiap detikku..
Meski hampa menjadi hari-hariku...
Ku akhiri Cinta ini.......
Hanya karena aku yang teramat mencintaimu...
Ku akhiri cinta ini.....
Hingga Engkau akan selalu hidup.. meski kematian menjemputku...
Ini lah akhir penantianku..

Selasa, 11 Oktober 2011

Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si Gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si Gadis. Sedangkan si Pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si Gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si Gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si Pria itu, si Gadis mengiyakan ajakannya. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si Pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si Gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, “Kita pulang aja yuk…?!?”.

Namun, tiba-tiba si Pria meminta sesuatu pada sang Pramusaji, “Bisa minta garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si Pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya. Si Gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?”, si Pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.

Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana.”

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si Pria mulai berkaca-kaca, dan si Gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si Gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si Gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya berpacaran. Si Gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul seseorang yang sangat baik. Si Gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin!!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, si Gadis menikah dengan si Pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat si gadis membuat kopi untuk si Pria, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si Pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, “Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu … tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu.

Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.”

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, “Rasanya manis !! ”

Kadang Anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat Anda tentang seseorang itu bukan seperti yang Anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, nikmatilah dengan tanggung jawab dan rasa syukur. Apapun kelebihan dan kekurangan pasangan anda, kalau Anda tengah mulai punya pasangan terimalah kekurangan-kekurangan pasangan Anda dengan bijaksana

Senin, 10 Oktober 2011

maafkan Aku Ayah

4 tahun yg lalu,kecelakaan maut telah merenggut istriku tercinta.
Kejadian itu memaksaku menjadi ayah skaligus ibu bagi seorang anak laki laki yg masih terlalu kecil untuk terpisah dg ibunya.
Seringkali aku menangis sesenggukan karena sungguh terlalu berat cobaan ini.
Suatu ketika aku ada kesibukan dikantor dan memaksaku untuk berangkat ketika anakku masih lelap tertidur.
Sebelumnya tlah kusiapkan sarapan mi instan untuknya.
Pulang dr kantor malam sudah larut,anakku sudah lelap dlm tidurnya,stelah mengecup keningnya akupun bergegas kekamar tidurku untuk istirahat krna trlalu capek.
Ktika merebahkan badan,seperti ada yg hangat dan suara mangkuk yg pecah dr balik selimutku,waw ternyata disitulah sumber masalahnya,semangkuk mi instan ada dibalik slimut dan membasahi tmpat tidur.
Aku geram dan langsung menuju kamar anakku kemudian memukuli pantatnya dg rotan.
Ia menangis menahan sakit.
Disela tangisnya ia menjelaskan.
"ayah maafkan aku,tadi aku menunggu ayah pulang,kumasak 2 mi instan untukku dan ayah,tapi sekian lama ayah blum pulang juga,karena takut mi instannya dingin kututup dg selimut ayah, tak sempat kuberitau ayah,aku tertidur,maafkan aku ayah"
mendengar penjelasan anakku yg polos,tak tertahan aku ingin menangis,tapi aku tak mau anakku melihatku menangis,maka kubergegas ke kamar mandi dan menangis sekenanya.
Aku berjanji tak akan memukuli anakku lagi.
Tengah malam,sengaja kusambangi anakku kekamarnya,dia sdang menangis,tp bukan krna sakit bekas pukulanku,ia sdang memeluk foto ibunya.

Setahun berlalu,anakku sudah masuk ke sekolah dasar ketika aku ditelpon oleh salah satu gurunya bahwa anakku bolos sekolah.